Rabu, 08 Agustus 2012

Penyakit Kanker Serviks


kanker serviks penyebab kematian pada wanita

World Health Organization atau WHO telah mencatat bahwa kanker serviks ini menempati peringkat teratas Dunia
http://1.bp.blogspot.com/-LhpF-WFibJg/TcniM_lkKTI/AAAAAAAAAxk/jMH36h4D4Us/s1600/kanker+serviks+2.jpgdi antara berbagai jenis kanker penyebab kematian pada wanita. Setidaknya setiap 2 menit seorang wanita meninggal dunia akibat penyakit ini.
Di Indonesia sendiri, setiap tahun telah terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks dan sekitar 8.000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Padahal kelainan serviks uteri pada pra kanker ini bisa disembuhkan.Penderita bisa sembuh total dengan hanya berobat jalan.
Bagi penderita kanker serviks uteri ini memiliki Angka ketahanan hidup (AKH) 5 tahun atau lebih dari 50 persen.
Stadium I: AKH 5 tahub mencapai 80 persen.
Stadium II: AKH 5 tahun mencapai 58.9 persen.
Stadium III: AKH 5 tahun mencapai 32.8 persen.
Stadium IV: AKH 5 tahun hanya 7.1 persen saja.
Kanker serviks adalah kanker yang terjadi di serviks atau mulut rahim. Serviks terletak di bagian bawah uterus yang menghubungkan rahim dengan Vagina. Tidak seperti kanker lainnya, kanker serviks bukan penyakit turunan. Kanker ini disebabkan suatu virus umum yang disebut Human Papillomavirus atau HPV.

Untuk lebih dapat menggambarkan betapa pentingnya menjaga diri dan orang-orang sekitar yang kita cintai dari kanker ini, dr Adriansjah Dara SpOG MKes lebih suka mendefinisikannya sebagai keganasan.

"Kanker serviks adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim atau serviks yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke bagian liang sanggama atau miss V. Kenapa saya sebut ganas, karena kanker ini mematikan. Gejalanya tak ada tanda khusus, banyak yang berkonsultasi ketika kanker sudah pada tahap selanjutnya," tututnya dalam seminar “Mengenal Kanker Serviks dan Virus HPV” di MNC Tower.
http://savitri.smartfemale.org/wp-content/uploads/2011/12/kanker-serviks-11.jpg
Dokter yang berpraktik di Siloam Hospital MRCCC Semanggi, Jakarta dan Karawaci, Tangerang, ini menyebutkan data dari Globocan tahun 2011 bahwa 37 wanita Indonesia ditemukan menderita kanker serviks setiap hari, serta setiap satu jam, satu wanita meninggal karenanya.

"Pada umumnya, sistem kekebalan tubuh kita akan membersihkan virus itu. Tapi ketika sistem tersebut tidak bekerja, kanker serviks dan penyakit lainnya dapat berkembang. Tidak ada cara untuk mengetahui siapa yang akan terinfeksi atau bersih dari virus tersebut," imbuhnya.

Oleh karenanya, disarankan masyarakat melakukan pencegahan perkembangan virus HPV ini sedini mungkin. Mulai dari diri sendiri, juga pada anak-anak.
Pencegahan Kanker Serviks.

"Pencegahan primer itu ada dua cara. Pertama melalui edukasi. Edukasi itu mengenai agama juga sosial. Intinya jangan berganti-ganti pasangan, jangan bertukar-tukar pasangan dan sebisa mungkin melakukan seks hanya dengan suami atau istri yang sudah sah,"

Setelah edukasi, vaksinasi HPV adalah pencegahan terhadap kanker serviks bagi para wanita dan anak-anak perempuan.

Vaksinasi HPV ini dapat mencegah seseorang mengalami kanker serviks, kanker Miss V, dan kanker vulva pada wanita. Sedangkan pada pria, menghindarkan dari kanker Mr P. Selain itu, ada satu jenis penyakit lain yang disebabkan virus HPV ini, yakni kutil kelamin. Kutil kelamin menyerang pria dan wanita.

Vaksinasi HPV dapat dilakukan pada perempuan berusia 10 hingga 50 tahun. Pada laki-laki 10 hingga 27 tahun. Besarnya kemungkinan terserang virus HPV setelah vaksin adalah 90 persen di bawah usia 40-50 tahun. Sedangkan di atas 40-50 tahun, kemungkinan terhindar sebesar 80 persen.
Apabila Anda Kurang puas atau tidak banyak dana untuk berobat ke Rumah Sakit,
Mengkonsumsi buah manggis dan daun sirsak sangat disarankan. 
baik untuk tindakan preventif, kuratif, maupun rehabilitatif., karana dua buah ini sudah terbukti khasiatnya

0 komentar:

Poskan Komentar